Pembuatan SPT Masa

Pembuatan SPT Masa

SPT Masa adalah SPT yang disampaikan secara berkala (bulanan) yang terdiri dari :

SPT Masa Pajak Penghasilan (PPh)
SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
SPT Masa PPN bagi Pemungut pajak PPN
Poin-Poin Informasi Pemotongan dan Pelaporan Pajak, Meliputi:

PPh pasal 25 Yaitu Pembayaran pajak penghasilan bagi badan yang dibayar secara angsuran. Yang mana dari pajak terutang selama 1 tahun diangsur per bulan untuk meringankan beban wajib pajak dalam melunasi pajak terutangnya. Pelaporannya setiap bulan untuk SPT Masa PPh Pasal 25. Dihitung dari keseluruhan omset perusahaan selama 1 bulan, pembayaran dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Pelaporannya paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.

PPh Pasal 21 bagi perusahaan sebagai pemotong penghasilan karyawannya. Pelaporannya untuk SPT Masa PPh Pasal 21 dilaporkan tiap bulan. Definisi dari PPh Pasal 21 sendiri adalah pemotongan pajak penghasilan yang dilakukan oleh pihak yang ditunjuk sebagai pemotong sehubungan dengan penghasilan yang diterima oleh wajib pajak pribadi dalam negeri karena pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan. Data yang digunakan untuk menghitung PPh Pasal 21 adalah data gaji karyawan yang bersangkutan, dihitung penghasilan kena pajaknya baru diketahui berapa PPh yang dipotong. Pembayaran PPh Pasal 21 paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Pelaporannya paling lambat tgl 20 bulan berikutnya.

PPN dan / PPN BM adalah pajak komsumsi atas barang dan jasa kena pajak di dalam daerah pabean yang dipungut oleh pengusaha kena pajak/ Pemungut. Untuk PPN yang telah dipungut perusahaan dibayarkan tiap bulan meliputi PPN masukan dan PPN keluaran. PPN masukan adalah PPN yang telah dikeluarkan oleh perusahan karena melakukan pembelian barang atau jasa kepada Penjual /Supplier. PPN Keluaran yaitu PPN yang telah diterima perusahaan sehubungan dia melakukan penjualan atas barang atau jasa kepada konsumen. Data yang diperlukan adalah Faktur penjualan dan faktur pembelian. Perhitungannya 10% dari Penjualan atau pembelian barang atau jasa. Untuk PPN Keluaran dibayarkan sebelum SPT Masa PPN dilaporkan yaitu akhir bulan berikutnya. Pelaporannya SPT Masa PPN dan / PPN BM tiap bulan yaitu pada akhir bulan berikutnya.

Berikut Ini dilakukan Ketika Terdapat Transaksi:

PPh pasal 22 merupakan pemungutan pajak yang dilakukan oleh pihak yang ditunjuk sebagai pemungutan sehubungan dengan pembayaran atas barang import dan kegiatan usaha dibidang tertentu. Data transaksi yang diperlukan adalah misalkan Import atau dari rekanan bendahara pemerintah. Pembayarannya tanggal 10 bulan berikutnya. Pelaporannya tanggal 20 bulan berikut.

PPh pasal 23 yaitu pemotongan pajak yang dilakukan oleh pihak pemberi penghasilan yang ditunjuk sebagai pemotong sehubungan dengan penghasilan tertentu seperti deviden, bunga, royalty, sewa dan jasa yang diterima oleh wajib pajak dalam negeri. Data yang diperlukan adalah bukti transaksi dari penghasilan yang diperoleh. Perhitungannya 2% dari DPP. Pembayaran dilakukan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Dilaporkan setiap bulan SPT Masa PPh Pasal 23 paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.

PPh Pasal 4 (2) Final Yaitu Pajak yang dipotong oleh pihak pemberi penghasilan atau dibayar sendiri oleh penerima penghasilan, tidak dapat dikreditkan terhadap utang pajak pada akhir tahun dalam perhitungan pajak penghasilan pada SPT Tahunan. Data yang diperlukan adalah transaksi perusahaan yang kena PPh Final. Pembayarannya per bulan pada tgl 10 bulan berikutnya. Pelaporan SPT Masa PPh pasal 4 (2) tgl 20 setelah berakhirnya masa pajak terakhir dan akhir bulan berikutnya.

urus pajak ingat jasa pajak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *