Tarif PPh Pasal 21

Dasar Pengenaan dan Pemotongan PPh Pasal 21

Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21 adalah sebagai berikut:

  1. Penghasilan kena pajak yang berlaku bagi:
  • Pegawai tetap.
  • Penerima pensiun berkala.
  • Pegawai tidak tetap yang penghasilannya dibayar secara bulanan atau jumlah kumulatif penghasilan yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender telah melebihi Rp 2.025.000,00 (dua juta dua puluh lima ribu rupiah).
  1. Jumlah penghasilan yang melebihi Rp 200.000,00 (dua ratus ribu rupiah) sehari, yang berlaku bagi pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas yang menerima upah harian, upah mingguan, upah satuan atau upah borongan, sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalenderbelum melebihi Rp 2.025.000,00 (dua juta dua puluh lima ribu rupiah).
  2. 50% (lima puluh persen) dari jumlah penghasilan bruto yang berlaku bagi bukan pegawai sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. PER-31/PJ/2012 Pasal 3 huruf c yang menerima imbalan yang tidak bersifat berkesinambungan.
  3. Jumlah penghasilan bruto yang berlaku bagi penerima penghasilan selain penerima penghasilan di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *